SHALAWAT MUNJIYAT
SHALAWAT MUNJIYAT : Bacaan dan Fadhilahnya
SHALAWAT merupakan salah satu dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara istiqamah oleh siapa pun. Memperbanyak membaca shalawat diyakini dapat mempermudah terkabulnya hajat yang diinginkan oleh seseorang. Perintah untuk membaca dzikir shalawat ini, salah satunya ditegaskan dalam Al-Qur’an :
إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya” (QS. Al-Ahzab: 56)
Redaksi sholawat ada banyak macamnya : Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Badriyah, Sholawat Nariyah, Sholawat Syifa'iyaah (Thibbil Qulub), Sholawat Ahadiyah, Sholawat Al-fatih, dan termasuk SHOLAWAT MUNJIYAT ini perlu kita nadzomkan, wiridkan, dawamkan sebagai bagian dr dzikir2 harian kita. Terlebih di masa Pandemic Covid atau wabah ataupun masa2 sulit sperti sekarang ini. Monggo bisa dihafalkan, dilafalkan dan dinadzomkan. Dg niyatan mencari Ridho dan pertolongan Alloh SWT. senantiasa hadirkan niatan yg tulus ikhlas serta sikap Khouf & Roja' kpd Alloh SWT dlm setiap 'amalan kita.
SHOLAWAT MUNJIYAT : Arti dari Shalawat Munjiyat sendiri adalah “Shalawat Penyelamat”. Penyelamat dr Godaan Syaitan, Keputusasaan, Kefaqiran, Marabahaya, Penyakit, hal2 menghawatirkan, dll.
SEMUA REDAKSI SHOLAWAT INI BOLEH KITA AMALKAN. Karena esensi SHOLAWAT adalah DO'A.
Yaqin - Ikhlas - Sabar - dan Istiqomah merupakan kunci maupun syarat kita dalam ber-thoriqoh, memohon pertolongan dan menuju jalan keridhoan Alloh SWT.
اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ وعلى اله وصحبه وسلم.
“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.”
============
Dalam Kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir, menyebutkan : Salah satu pemuka tarekat Syadziliyah, Periwayat Sholawat Munjiyat adalah Syekh As-Shalih Musa ad-Dlarir. ini. Sebagaimana disampaikan dlm referensi berikut :
وأخبرني الشيخ الصالح موسى الضرير رحمه الله تعالى: أنه ركب في البحر؛ قال: وقامت علينا ريح تسمى: الأقلابية قلَّ من ينجو منها من الغرق، وضج الناس خوفاً من الغرق، قال: فغلبتني عيناي، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهو يقول: قل لأهل المركب يقولون ألف مرة: اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ قال: فاستيقظت، وأعلمت أهل المركب بالرؤيا، فصلينا بها نحو ثلاثمائة مرة؛ ففرج عنا، هذا أو قريب منه، صلى الله عليه وسلم.
Syekh Shalih Musa ad-Dharir rahimahullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau mengendarai perahu, lalu berkata: “Badai yang dikenal dengan sebutan Aqlabiyah menyerang kami, sangat sedikit orang yang selamat dari tenggelam sebab badai tersebut. Manusia berteriak karena khawatir akan tenggelam. Lalu aku diserang rasa kantuk, hingga akhirnya aku tertidur. Dalam mimpi Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Katakan pada penumpang perahu, agar mereka membaca shalawat Munjiyat tsb. Lalu Aku terbangun dan aku beritakan pada penumpang perahu tentang mimpi yang aku alami, kami pun membaca shalawat tersebut, dan ketika mencapai sekitar bilangan 300, badai pun reda,” (Syekh Umar bin ‘Ali bin Salim al-Fakihani, al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala ala al-Basyir wa an-Nadzir).
SHOLAWAT MUNJIYAT ini biasa dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa. Masyhur sekali (sesuai hasil research "ilmu titen" dari para Alim dan Muqorrobin), Bahwa doa yang diawali dengan membaca shalawat2 (trmasuk sholawat munjiyat) ini akan cepat terkabulkan, tentu atas seizin Allah SWT Selain itu, bacaan shalawat munjiyat juga dianjurkan untuk dibaca sebagai dzikir pada saat setelah melaksanakan shalat hajat/ sholat2 sunnah maupun sholat maktubah. Dengan harapan Semoga Alloh SWT Meridhoi setiap 'amal kita dan setiap hajat kita, semoga segera terpenuhi. Wallahu A'lam.
___________________
Komentar
Posting Komentar